Senin, 21 Januari 2013

ATRAKSI INTERPERSONAL

Atraksi berasal dari bahasa latin “attrahere (att: menuju) dan “trahere”: menarik. Jadi, atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif, dan daya tarik seseorang. Atraksi berkaitan dengan daya tarik dalam komunikasi yang dapat mendasari hubungan interpersonal.
             Adapun proses umum dari Atraksi Interpersonal adalah  afiliasi, daya tarik, danatraksi interpersonal dan komunikasi.
A.     Afiliasi
Manusia adalah makhluk sosial. Kebanyakan dari waktu ke waktu yang kita habiskan tentunya melibatkan orang lain dalam beberapa hal. Kecendrungan untuk berhubungan dengan jenisnya sendiri itulah yang disebut dengan afiliasi.

Berikut adalah alasan-alasan mengapa manusia berafiliasi dan variasi-variasi dalam afiliasi.
1.      Alasan-alasan untuk BerafiliasiTerdapat beberapa alasan mengapa kita berafilisasi (bergabung dengan orang lain), disini akan dikemukakan tiga alasan penting, yaitu sebagai berikut :
a.      Alasan utama kita berafiliasi adalah untuk mendapatkan imbalan sosial (social rewards).

b.      Alasan lainnya mengapa seseorang melakukan afiliasi adalah untuk mengurangi rasa takut. Misery loves company(kesengasaraan membutuhkan kawan). 

c.       Untuk mendukung sesuatu hal yang kita percayai, kita membandingkannya dengan oranglain agar mendapatkan validasi. Itulah pembandingan sosial, salah satu alasan yang kuat untuk melakukan afiliasi.


2.      Variasi-variasi dalam Afiliasi
Tidak semua orang mempunyai kebutuhan yang sama akan afiliasi, baik secara umum ataupun khusus (misalnya akan ketakutan). Berikut adalah hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan afiliasi.

a.      Urutan kelahiran 
b.      Informasi
c.       Attachment

B.      Daya Tarik (Atraksi)
 
Afiliasi menyediakan imbalan sosial, tetapi kebanyakan kita membentuk pilihan untuk bersama dengan individu dengan spesifikasi tertentu. Pilihan tersebut bagi hubungan sosial mengindikasikan adanya daya tarik (atraksi interpersonal), bukan hanya keinginan untuk afiliasi.
1.      Model-model Daya TarikDaya tarik atau atraksi tidak hanya memiliki satu sebab, tetapi merupakan responss yang timbul dari berbagai alasan dan stimuli. Menurut Weber, ada dua model atraksi yang berdasarkan pada kekuatan imbalan, dan satu lagi menawarkan proses dimana imbalan bisa dievaluasi.


a.      Model  imbalan Homan
Setiap interaksi yang kita lakukan ada pengorbanannya, bahkan transaksi bisnis kecil pun butuh waktu dan biaya.

 b.      Hukum ketertarikan Byrne
Don Byrne mengembangkan model serupa dengan prinsip imbalan Homans. Menurut Hukum Ketertarikan Byrne, semakin kuat usaha-usaha yang dilakukan untuk mendapat imbalan dari seseorang maka kita akan merasa semakin tertarik.  
c.       Model tahapan Mursteins
Model atraksi Bernard Murstein (disebut sebagai model 3 tahapan: stimulus, nilai, dan peran) mengatakan tidak.
3 tahapan yang dimaksud adalah:
-          Pada tahap stlimulus, kontak pertama dengan orang lain lebih menekankan pada hal-hal yang eksternal sebagai hal yang penting.
-          Pada tahap kedua dalam interaksi adalah tahap nilai; disini anda akan mengetahui apakah sikap dan nilai yang anda miliki sama dengannya, seperti agama atau gagasan politik.
-          Terakhir, tahapan peran. Hal yang penting adalah apakah anda dan dia dapat membangun peran yang kompatibel, saling mengisi, yaitu suatu cara untuk berhubungan satu sama lain.


2.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Atraksi InterpersonalHal-hal yang dapat menentukan ketertarikan (Atraksi) dapat dibedakan menjadi faktor personal dan situasional. Jalaluddin Rakhmat mengidentifikasi faktor-faktor sebagai berikut.



       a.  Faktor personal
1) Kesamaan karakteristik personal
     Kesamaan karakteristik personal ditandai dengan kesamaan dalam nilai-nilai sikap, keyakinan, tingkat/status sosial ekonomi, agama, dan ideologi.

2) Tekanan emosional
     Orang yang berada di bawah tekanan emosional, cemas, dan stress, akan menginginkan kehadiran orang lain. Pada kondisi ini, kecenderungan untuk lebih menyukai orang lain pada gilirannya akan besar pula.


3) Harga diri yang rendah
    Sebuah studi menunjukkan, apabila harga diri seseorang direndahkan maka hasrat afiliasi menjadi bertambah.


4) Isolisasi sosial
     Tidak dapat disangkal lagi bahwa manusia adalah makshluk sosial. Manusia mungkin tahan hidup terasing untuk sementara waktu, tetapi tidak untuk waktu yang lama


b.   Faktor situasional
1) Daya tarik fisik (physical attractiveness) 

    beberapa penelitian menunjukkan bahwa daya tarik fisik seseorang sering menjadi penyebab utama atraksi interpersonal.
2) Ganjaran (reward)
     Kita menyenangi orang yang memberikan ganjaran kepada kita. Ganjaran itu dapat berupa bantuan, dukungan moral, pujian atau hal-hal yang meningkatkan harga diri kita.
3) Familiarity
    Konsep ini artinya adalah hal-hal yang sering kita lihat atau sudah kita kenal dengan baik. Jika kita sering berjumpa dengan seseorang, kita akan menyukainya.
 4) Kedekatan (proximity) dan closeness 
      Konsep ini erat kaitannya dengan familiarity. Hubungan kita dengan orang lain tergantung pada seberapa dekat orang tersebut dengan kita. 
  5) Kemampuan (competence)
Ada kecenderungan bahwa kita menyukai orang-orang yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari kita lebih berhasil dalam kehidupannya.

C.       Atraksi Interpersonal dan Komunikasi
Sulit untuk memisahkan atraksi interpersonal dengan interaksi orang lain. Kebanyakan apa  yang kita katakan sebagai hal yang menarik akan terungkap hanya setelah kita melakukan kontak dengan orang lain.
Daya tarik seseorang sangat penting bagi komunikasi interpersonal. Hubungan-hubungan kita dengan orang lain sedikit banyak dipengaruhi oleh apakah kita menyukai orang lain atau tidak. Jika kita menyukai seseorang, kita akan cenderung melihat segala hal yang berkaitan dengannya secara positif. Sebaliknya, apabila kita tidak menyukainya, kita akan melihatnya secara negatif.
Pentingnya daya tarik dalam komunikasi juga dilandasi oleh adanya efek timbal balik dalam ketertarikan. Kita menjadi tertarik pada seseorang yang tertarik kepada kita. Singkatnya, jika seseorang menyukai kita maka kita balik menyukainya.
Orang yang memiliki daya tarik bagi orang lain akan lebih dapat mempengaruhi pendapat dan sikap seseorang. Oleh karena itu, penilaian dan penafsiran akan sesuatu juga dipengaruhi oleh sejauh mana daya tarik orang tersebut bagi kita.
Cr : buku PSIKOLOGI KOMUNIKASI, Nina M. Armando

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar